IbM KELOMPOK WIRAUSAHA JAMUR TIRAM

 

PELAKSANA: DOSEN PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNMAS DENPASAR

(Gde Bayu Surya Parwita, SE. MM)

  • IbM KELOMPOK WIRAUSAHA JAMUR TIRAM

    Selama ini, jamur tiram yang dalam klasifikasi botaninya bernama pleurotus, yang kita kenal selama ini adalah jamur tiram putih. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) atau white mushroom juga dikenal dengan istilah jamur shimeji (Jepang). Di antara anggota pleurotus, jamur inilah yang dikenal sebagai jamur tiram. Sekujur buah berwarna putih karena sporanya tak berwarna. Diameter tudung jamur dewasa antara 3 sampai 8 cm. Permukaan tudung licin dan agak berminyak. Pada kondisi lembab tepiannya bergelombang. Dari beberapa jenis jamur tiram, jamur tiram putih paling banyak dan populer dibudidayakan di Indonesia, serta paling banyak di jual di pasaran. Kelompok usaha jamur tiram Dusun Tampuagan , adalah kelompok usaha jamur tiram di wilayah Desa Peninjoaan. Terbentuknya kelompok ini tidak terlepas dari peran aktip dari Bapak Putu Karmawan sejak tahun 2011, yang sangat peduli akan kehidupan masyarakat sekitar Dusun Tampuagan I, yang sebagian besar berada pada garis kemiskinan dan banyak waktu yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan produktip. Beliau berusaha menghimpun beberapa warga yang mempunyai komitmen sama untuk meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan. Usaha menghimpun warga memerlukan kesabaran dan ketekunan dan ini dilakukan dengan memberikan contoh nyata suatu usaha jamur tiram kepada warga setempat, walaupun dalam skala kecil yang dilakukan di ruangan rumah seadanya. Usaha beliau membuahkan hasil sehingga pada awal tahun 2012 terbentuklah kelompok usaha jamur tiram Dusun Tampuagan I diketuai oleh ketua bapak Putu Karmawan dengan 12 orang anggota. Kelompok usaha jamur tiram Dusun Tampuagan I adalah kelompok usaha tani yang di bawah koordinasi bapak I Wauan Upadana dengan 8 orang anggota kelompok. Kerjasama dengan kelompok usaha tani jamur dusun Tampuagan telah dilakukan dari awal sejak tahun 2013, karena kelompok ini terbentuk atas motivasi dan pembelajaran yang di berikan oleh kelompok dusun Tampuagan . Pertukaran informasi dan kebutuhan bahan baku produksi sering dilakukan terutama pada saat permintaan pasar yang tinggi dan tidak dapat dipenuhi oleh salah satu kelompok. Kelompok usahatani jamur tiran Dusun Tampuagan dan Dusun Tampuagan I dipilih sebagai mitra program , karena dalam melaksanakan usaha taninya menuju usaha yang produktif mandiri serta dalam perjalanan menuju peningkatan kesejahteraan, perekonomian dan taraf hidup anggota, memiliki beberapa kendala dan permasalahan yang terungkap melalui pengamatan tim dan wawancara dengan kelompok yaitu : a. Dalam kegiatan usaha budidaya jamur dilihat dari segi pembuatan media tumbuh atau baglog belum bisa dilaksanakan dengan cara baik dan benar karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dari kelompok. b. Kelompok belum memiliki sarana yang baik dan tepat untuk inokulasi bibit jamur sehingga hasil inokulasi pada saat ini kurang sempurna c. Kelompok sangat membutuhkan tambahan alat sterilisasi dan rumah kumbung dengan kapasitas baglog yang lebih besar. d. Sistem pembukuan laba rugi usaha dan buku kas belum diterapkan dengan benar dan efektip e. Sistem pemasaran produk dan pengelolaan pasca panen jamur yang dipasarkan belum dilaksanakan dengan baik sesuai dengan permintaan pasar Program Kemitraan Masyarakat oleh Tim Pelaksana dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, sampai dengan Laporan Kemajuan ini dibuat telah dapat dilaksanakan beberapa program yang merupakan solusi pemecahkan permasalahan yang telah diprioritaskan di kedua kelompok usaha Jamur Tiram tersebut yaitu : 1) Pembelajaran, pendampingan dan pelatihan secara langsung mengenai tehnik pembuatan formulasi media tumbuh dengan penambahan berbagai bahan sebagai sumber nutrisi yang dapat meningkatkan daya tumbuh dan produksi jamur.

  • 2) Jumlah produksi jamur terbatas karena sarana produksi yang dimiliki kelompok terbatas dalam jumlah dan kondisi yang tidak memadai, sehingga perlu diadakan penambahan sarana yang sangat diperlukan yaitu rak baglog, autoclave dan laminar flow untuk sterilisasi media dan inokulasi jamur sehingga kegagalan produksi dapat dikurangi. Alat sterilisasi mempunyai kapasitas cukup besar sampai 1000 baglog dalam satu kali proses sterilisasi . Alat ini sangat membantu kelompok untuk dapat berproduksi dengan cepat dan dalam jumlah banyak. Sterilisasi dilakukan dengan cara dikukus dengan kisaran suhu 80-100oC selama 6-10 jam. Setelah selesai sterilisasi baglog didinginkan selama setengah sampai satu hari sampai baglog dingin dan setelah dingin dilanjutkan dengan langkah selanjutnya yaitu inokulasi jamur kedalam baglog.

  • 3) Memberikan pendampingan dalam mendisain perluasan rumah kumbung dan rak baglog yang memenuhi persyaratan untuk pertumbuhan jamur secara optimal. Hal ini dilakukan karena petani belum memahami betul fackor-faktor yang harus diperhatikan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur. . Rumah kumbung milik kelompok dusun Tampuagan sebanyak 2 buah dengan kapasitas 12.000 baglog sedangkan kelompok dusun Tampuagan I memeiliki 1 rumah kumbung kapasitas 7.000 baglog. Rumah kumbung milik kelompok dusun Tampuagan sebanyak 2 buah dengan kapasitas 12.000 baglog sedangkan kelompok dusun Tampuagan I memeiliki 1 rumah kumbung kapasitas 7.000 baglog.

  • 4) Pelatihan penyusunan dan monitoring buku Kas, laporan Kas harian sesuai dengan standar akuntansi keuangan, hal ini sangat penting dilakukan agar dapat diketahui produktivitas dari usaha. Materi disampaikan oleh tim dalam suasana kekeluargaan dan peserta yang terdiri dari seluruh pekerja dapat melakukan diskusi dengan baik

  • 5) Memfasilitasi kelompok mitra ikut berperan serta dalam pameran produk. Dengan mengikuti pameran, kelompok mitra akan langsung bertemu dengan calon pelanggan baru, selain itu keuntungan yang diperoleh oleh kelompok mitra adalah akan semakin dikenal oleh berbagai kalangan. Hal ini akan memberikan benefit kepada kelompok. Dampak nyatanya dapat dilihat dari banyaknya pelanggan yang memesan jamur dari kelompok mitra. Melalui pameran tersebut, kelompok mitra telah berhasil memasarkan produknya di daerah Bangli, Gianyar, Klungkung, Denpasar, Badung dan Tabanan, dari awalnya yang hanya daerah Bangli, Denpasar dan Badung. Hasil program ini dapat ditarik kesimpulan bahwa partisipasi anggota kelompok dan peran sertanya di semua kegiatan sangat tinggi dimana anggota sangat antusias serta sangat termotivasi untuk memajukan usahanya dengan sungguh sungguh. Hal ini dapat dilihat dari sangat antusiasnya kelompok usaha tani dalam mengikuti pelatihan dalam pembuatan buku kas, dan ini sudah terbukti dari laporan keuangan yang telah berhasil dibuat oleh kelompok usaha tani. Perluasan rumah kumbung dan penambahan rak baglog sangat membantu dalam hal meningkatkan hasil produksi daripada jamur itu sendiri, dimana dalam sebulan sekarang sudah mencapai hasil panen sebanyak 2 ton.


     

Kembali ke halaman Utama»

Facebook Page