IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) USAHA GENTENG PEJATEN
PELAKSANA: DOSEN PRODI AKUNTANSI DAN TEKNIK UNMAS DENPASAR

 

KETUA PELAKSANA: DOSEN PROGRMAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNMAS DENPASAR

(Ni Made Sunarsih, SE.,M.Si)

  • Iptek Bagi Masyarakat (IbM) adalah salah satu skim Hibah Pengabdian Internal yang merupakan bentuk kegiatan pengabdian bagi masyarakat dimana yang menjadi khalayak sasaran program ini adalah masyarakat produktif secara ekonomi (usaha mikro), masyarakat yang belum produktif secara ekonomi tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan, dan masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi (masyarakat umum/biasa) yang bertujuan untuk membentuk atau mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi, membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat; dan meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan (softskill dan hardskill). 
    Tim pelaksana Iptek Bagi Masyarakat (IbM) Unmas Denpasar dengan Ketua Ni Made Sunarsih, SE.,M.Si dengan anggota Ni Putu Yuria Mendra, SE.,M.Si.,Ak dan Cokorda Putra Wirasutama, ST.,MT  yang berhasil memenangkan Hibah Internal Tahun 2016. Mitra dalam pengabdian ini adalah Usaha Genteng Tri Darma Putra yang dimiliki oleh Ni Made Sikiati yang beralamat di Br Simpangan Desa Pejaten Kecamatan Kediri.
    Hasil capaian dalam program ini terdiri dari  3 (tiga) aspek yaitu aspek produksi, aspek manajemen dan aspek pemasaran. Aspek produksi terdiri dari pengadaan rak pengering, drum, dan masker. Dari aspek manajemen yaitu Pendampingan dalam pembuatan pembukuan. Sedangkan dari aspek pemasaran yaitu pelatihan dan pendampingan pemasaran online dan pembuatan kartu nama dan papan nama.  Pemilik Usaha Genteng Pejaten mengungkapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Unmas Denpasar melalui Tim Pelaksana IbM. Pelaksanaan IbM ini memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha Genteng Tri Darma Putra ke depan, dengan menambah peralatan baru sehingga mitra memiliki bekal untuk maju dikemudian hari. Segala ilmu pengetahuan yang terkait dengan kegiatan telah ditransfer kepada mitra sehingga mereka memiliki pengetahuan terkini dan lebih baik dalam menjalankan usahanya. Sarana dan prasarana, serta teknologi baru telah diberikan, dengan keinginan untuk berkembang yang dimiliki mitra maka dapat diyakini bahwa mitra dapat melanjutkan program ini dengan mandiri tanpa harus dilakukan pendampingan lagi.

     

Kembali ke halaman Utama»

Facebook Page