PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT :

PENINGKATAN KOMPETENSI UKM GARMEN MELALUI PROGRAM IBPE YANG DILAKSANAKAN OLEH UNMAS DENPASAR

KETUA PELAKSANA: DOSEN PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNMAS DENPASAR

( Dr. Anik Yuesti, SE.,MM)

  • Usaha kecil dan menengah (UKM) mempunyai peranan penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Salah satu peranannya yang paling krusial dalam pertumbuhan ekonomi adalah menstimulus dinamisasi ekonomi. Kontribusi UKM dalam output nasional (PDRB) adalah 56,7 persen, 15 persen dalam ekspor nonmigas,   99 persen dalam jumlah badan usaha di Indonesia, dan mempunyai andil 99,6 persen dalam penyerapan tenaga kerja. Sejak krisis moneter yang diawali tahun 1997, hampir 80% usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya. Berbeda dengan UKM yang tetap bertahan di dalam krisis dengan segala keterbatasannya. UKM dianggap sektor usaha yang tidak cengeng dan tahan banting. Selain itu sebagai sektor usaha yang dijalankan dalam tataran bawah, UKM berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran, bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja yang menjadi korban dipaksa untuk berfikir lebih jauh dan banyak yang beralih melirik sektor UKM ini. Produk-produk UKM, setidaknya memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional, karena banyak produk-produk UKM yang mampu menembus pasar internasional.
    Namun, usaha untuk menembus pasar internasional bukan merupakan hal yang mudah bagi para pengsaha UKM. Kebanyakan UKM melakukan proses ekspor atau perdagangan internsional melalui system pemasaran  tidak langsung (Indirect Eksporter). Sebagian besar UKM adalah UKM Produsen Ekspor adalah UKM adalah UKM yang menghasilkan produk ekspor dan menjualnya tidak secara langsung kepada pembeli dari luar negeri (buyer) atau importir. UKM mempunyai sifat usaha yang padat karya karena memerlukan banyak ketrampilan tangan manusia. Hal ini menjadi keunggulan UKM.
    Bali merupakan daerah yang mempunyai potensi besar dalam hal ekspor produk karena Bali adalah gerbang utama dunia internasional bagi Indonesia. Hal ini memberikan peluang kepada Bali untuk memudahkan hubungan pemasaran internasional. Terdapat banyak perusahaan asing banyak membuka tempat produksi di Indonesia khususnya Bali untuk mempermudah perolehan bahan baku. Namun demikian, tidak sedikit usaha lokal yang juga mampu menembus pasar internasional meskipun secara tidak langsung.

    Thasa Garment (Perum Pondok Galeria No. 15) dan Fashion for Paradise (Jl. Raya Pemogan Gg. Layon No. 22) adalah contoh usaha lokal di Bali yang mampu menembus pasar internasional. Thasha Garment dan Fashion for Paradise merupakan dua perusahaan yang bergerak dalam bidang indirect export dimana keduanya merupakan mitra kegiatan IbPE. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Anik Yuesti, SE.,MM dengan didampingi para anggota Dra. Sri Astuti, M.Pd , Ni Nyoman Ayu Suryandari, SE.,M.Si.,Ak.,CA , Lis Julianti, SH.,MHP. Kedua UKM ini sama-sama berproduksi pakaian jadi khusus wanita. Pakaian wanita adalah symbol kepribadian wanita. Thasa Garment memproduksi pakaian khusus wanita gemuk, sedangkan Fashion for Paradise memproduksi pakaian jadi khusus  wanita ideal. Berikut adalah contoh produk yang berhasil menembus pasar internasional.

  • Beberapa contoh konveksi pakaian wanita gemuk
    <
  • Beberapa contoh konveksi pakaian wanita ideal

    Kegiatan IbPE bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kedua mitra tersebut melakukan ekspor melalui peningkatan kualitas dan kuantitas ekspor. Peningkatan ekspor dapat dilakukan melalui peningkatan sarana prasaraan seperti mesin,

    kualitas sumber daya manusia dalam mendesin produk ekspor, peningkatan manajemen dan sistem administrasi keuangan kegiatan ekspor. Target luaran yang dicapai selama 2 (tiga) tahun kegiatan IbPE ini adalah (1) Mampu menghasilkan produk ekspor secara mandiri, mampu meningkatkan kuantitas produk ekspor, meningkatkan kualitas desain dan jahitan busana wanita kualitas ekspor, memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi dan perpajakan, meningkatkan strategi promosi produk  (2)Mampu menciptakan desain baru produk, mampu memperluas pemasaran produk ke Negara Eropa seperti Belgia dan Jerman 3)Pengembangan area produksi dan pemasaran di luar wilayah Denpasar dan untuk pemasaran di luar daerah Eropa, seperti ke Timur Tengah, dan Asia.   
    Proses Kegiatan IbPE
    Adanya kegiatan ini membantu kedua UKM ini meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Setelah dilakukan pendampingan, UKM mengalami peningkatan omset penjualan sebesar 125%, peningkatan kualitas produk dengan indicator efisiensi kerja, kerapian, dan keseuaian dengan SOP adalah sebesar 30%. Penambahan jangkauan ekspor ke beberapa Negara seperti Uni Emerad Arab dan beberapa Negara di Asia, penambahan sarana produksi sebanyak 3 Unit, perbaikan layout sehingga menjadi lebih representatif untuk bekerja, dan peningkatan omset serta asset UKM sebanyak 50%. Harapan dari kegiatan ini adalah meningkat kemampuan UKM untuk menjadi pendukung peningkatan PDRB pemerintah Bali.

     

Kembali ke halaman Utama»

Facebook Page